Snapchat Vs Instagram Stories: Mana Saluran Terbaik Untuk Bisnis Anda?

instagram-stories-vs-snapchat-which-will-your-practice-choose-1024x537

Pada tahun 2016, Instagram mulai meluncurkan fitur baru yakni Instagram Stories. Fitur ini memiliki kesamaan dengan Snapchat yaitu menyediakan konten yang dapat hilang dalam kurun waktu 24 jam. Ketika sampai pada Snapchat vs Instagram Stories, mana yang terbaik untuk bisnis Anda? Dalam postingan ini kami akan menyoroti kesamaan dan perbedaan dari dua platform ini sehingga Anda dapat mengasah saluran yang paling masuk akal untuk bisnis Anda.

Snapchat Vs Instagram Stories: Statistik

Bergantung pada target audiens, keduanya bisa sesuai untuk bisnis Anda. Jadi mari luangkan waktu sejenak untuk memecah statistik penting untuk kedua saluran.

Statistik Penggunaan

Jumlah tidak pernah berbohong: Instagram dan Snapchat adalah dua saluran sosial media terpopuler saat ini. Snapchat misalnya, menawarkan 100 juta pengguna harian aktif dan lebih dari setengahnya (54 persen) masuk ke aplikasi tersebut setiap hari. Snapchatters juga sangat terlibat dengan mengirimkan lebih dari 400 juta Snaps setiap hari, atau 8.796 foto per detik. Sponsored Lens dari Snapchat dapat menjangkau hingga 16 juta pengguna, sedangkan sekitar 40 sampai 60 persen Snapchatters harian akan melihat Sponsored Geofilter.

Di sisi lain, Instagram menawarkan lima kali jumlah pengguna Snapchat: 500 juta, dengan 200 juta pengguna aktif harian di Instagram Stories. Pengguna rata-rata membagikan 95 juta postingan setiap hari. Banyak bisnis yang sudah mengetahui statistik ini dan telah benar-benar menggunakan Instagram Stories untuk bisnis. Hampir setengah (48,8 persen) perusahaan menggunakan platform tersebut pada tahun 2016, dan jumlah tersebut diperkirakan mencapai dua kali lipat sepanjang tahun 2017.

Statistik Pengguna

Snapchat adalah platform baru dengan pilihan untuk generasi milenium. Menurut penelitian, Snapchat adalah platform yang paling populer untuk orang berusia 12 sampai 24 tahun. Sementara basis pengguna Instagram, tidak begitu muda. Platform ini memiliki audiens internasional yang terkunci. Platform tersebut merilis data pada tahun 2016 yang menunjukkan 80 persen penggunanya tinggal di luar AS dan itu berpotensi besar bagi sebuah bisnis untuk menargetkan audiens global. Di AS secara khusus, hampir sepertiga (31 persen) wanita Amerika dan 24 persen pria Amerika menggunakan Instagram.

Snapchat Vs Instagram Stories: Demografi

Demografi Snapchat

Seperti yang disebutkan, mayoritas pengguna Snapchat adalah generasi milenium, tapi itu mulai bergeser. Lebih dari separuh Snapchatters baru berusia di atas 25 tahun. Menurut tokoh Snapchat sendiri, pada hari tertentu, 41 persen anak berusia 18 sampai 34 tahun menggunakan aplikasi ini. Sebuah survei Harvard baru-baru ini terhadap 2.000 pengguna sosial media di AS juga menunjukkan bahwa jauh lebih banyak wanita yang menggunakan Snapchat daripada pria.

Demografi Instagram

Bagi kaum muda, Instagram adalah yang kedua setelah Snapchat. Pew Research menunjukkan bahwa 55 persen anak berusia 18 sampai 29 tahun berada di Instagram, dengan demografi terbesar berikutnya berusia 30 sampai 49 tahun.

Snapchat Vs Instagram Stories: Fitur

Banyak kesamaan pada fitur yang digunakan untuk merapikan Instagram Stories dan Snaps Anda. Pada kedua platform, Anda dapat menambahkan teks, stiker, filter, dan gambar untuk ditambahkan ke postingan Anda. Tapi ada beberapa fitur kunci yang membedakan keduanya. Salah satunya fitur mentions untuk Instagram Stories. Tidak seperti Snapchat, Anda bisa “menyebutkan” profil teman atau followers dalam Stories Anda. Anda juga dapat menambahkan tautan ke situs web atau landing page yang dapat diklik audiens setelah mengetuk tab “See More” di bagian bawah layar. Snapchat juga memiliki pilihan penyesuaian saat menghadapi pemetaan wajah dan filter gerak.

Snapchat Vs Instagram Stories: Iklan

Kedua saluran menawarkan kesempatan untuk menjalankan iklan dan menargetkan audiens tertentu. Jadi, apa perbedaan nyata dalam hal iklan pada Snapchat Vs Instagram Stories? Semuanya ada dalam eksekusi. Saat menggunakan iklan di Instagram Stories, sebuah bisnis dapat memanfaatkan iklan layar penuh dan mendalam. Untuk mengasah jangkauan mereka, pemasar dapat menggunakan Power Editor atau Pengelola Iklan untuk menargetkan audiens tertentu dan mengontrol seberapa sering pengguna melihat iklan mereka. Ada beragam pilihan dalam iklan Snapchat. Ada Snap Ads yang memberi audiens info lebih banyak jika mereka menggeseknya. Ada juga Sponsored Lenses dan Geofilters yang semakin meningkatkan kualitas iklan Anda.

 

Panduan Lengkap Menggunakan Instagram Stories

06-08-instagram-stories-620x316

Snapchat lebih dulu merintis konten yang bisa menghilang selama 24 jam, tetapi Instagram juga tak ingin ketinggalan. Diluncurkan pada 2 Agustus 2016 lalu, Instagram Stories adalah jawaban Instagram untuk Snapchat. Berikut kami akan membahas mengenai Instagram Stories secara lengkap untuk Anda.

Apa Itu Instagram Stories?

Instagram Stories adalah aplikasi untuk berbagi foto dan video yang bisa menghilang dalam waktu 24 jam. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk berbagi foto dan video dalam format slideshow. Diluncurkannya aplikasi ini dimaksudkan untuk mempermudah pengguna berbagi konten secara real time. Di dalamnya juga terdapat berbagai fitur untuk memperindah foto dan video sesuai dengan yang diinginkan. Ada fitur teks, gambar, stiker, location, hingga tag person.

Satu hal mendasar yang membedakan Instagram Stories dengan Snapchat adalah kemudahannya untuk ditemukan. Anda bisa melihat Stories yang diposting oleh akun yang Anda follow secara langsung. Selain itu, menemukan akun baru cukup mudah melalui perangkat pencarian yang ada. Terlebih lagi, Instagram membuatnya mudah untuk terlibat dengan Stories dari orang-orang yang sudah Anda follow melalui algoritma. Algoritma memutuskan untuk mengurutkan Stories yang muncul di bar atas feed berdasarkan orang-orang yang sering terlibat dengan Anda di Instagram dan Facebook.

Mengapa Anda Harus Menggunakan Instagram Stories Untuk Bisnis?

Dalam waktu kurang dari enam bulan, Instagram Stories memiliki 150 juta pengguna aktif harian. Sedangkan Snapchat butuh waktu enam tahun untuk mencapai jumlah yang sama. Bahkan, orang-orang tidak hanya menggunakan Instagram Stories untuk terhubung dengan teman-teman. Sepertiga dari Stories yang paling banyak dilihat berasal dari bisnis. Hal inilah yang mendasari mengapa Anda harus menggunakan Instagram Stories untuk bisnis. Hampir 50 persen dari berbagai bisnis menggunakan Instagram dan banyak dari mereka yang menggunakan strategi pemasaran dengan Stories. Jadi tunggu apa lagi?

Cara Menggunakan Instagram Stories

Pertama-tama Anda perlu mengupdate aplikasi Instagram ke versi yang terbaru agar bisa menggunakan fitur Instagram Stories. Cara memposting foto atau video di Instagram Stories adalah:

  1. Dari layar Instagram home, gesek ke kanan atau ketuk di sudut kiri atas layar yang bergambar kamera untuk mengakses kamera Instagram Stories.
  2. Anda akan disajikan dengan layar kamera yang mencakup beberapa pilihan yaitu Live, Normal, Boomerang, dan Hands-free.
  3. Layar ini juga memasukkan pilihan untuk mengaktifkan flash atau beralih antara kamera depan dan belakang.
  4. Setelah Anda mengambil foto, video, atau Boomerang, Anda dapat menggunakan fitur edit seperti teks, stiker, lokasi, tag person, dan sebagainya untuk meningkatkan kreasi.
  5. Jika Anda tidak puas dengan hasil edit, tahan dan tarik elemen yang ingin Anda singkirkan ke ikon tempat sampah di bagian bawah layar atau tekan ikon X di pojok kiri atas untuk menghapus seluruh postingan.
  6. Jika Anda ingin menyimpannya di galeri, tekan tombol Save yang dilambangkan dengan panah ke bawah dan garis yang terletak di sudut kiri bawah.
  7. Untuk memposting hasil kreasi Anda ke Story, tekan tombol + yang dilingkari garis-garis pada sudut kiri bawah untuk mengirim konten langsung.

Cara Membuat Instagram Stories Yang Terbaik

Dalam menggunakan Instagram Stories, perlu kiat-kiat tersendiri untuk menggunakan berbagai fitur yang ada hingga menghasilkan konten yang terbaik. Beberapa kiat yang bisa dilakukan adalah buatlah konten yang otentik, memberikan nilai berharga untuk orang-orang yang melihat, menjadi lebih kreatif, merencanakan materi konten dengan matang, membuat konten secara vertikal, dan membuat hal yang berbeda dari saluran lainnya.