Manajer ecommerce dan pemilik toko online sering bertanya tentang deskripsi produk apa yang harus mereka tulis? Berapa panjang? Format seperti apa yang terbaik? Tidak heran jika mereka khawatir, karena kualitas deskripsi produk yang baik bisa membuat penjualan atau justru menghancurkan penjualan, terutama jika tidak termasuk informasi yang pembeli butuhkan untuk membuat keputusan pembelian. Memberikan rincian produk utama merupakan hal yang penting jika kita ingin pembeli mengklik “Add to Cart“.
Setiap pembeli rata-rata selalu membayangkan memiliki produk ditangan mereka sendiri, menggunakannya, dan menikmatinya. Fantasi pembeli yang kuat untuk memiiliki produk, semakin besar pula kemungkinan mereka untuk membelinya. Oleh karena itu buatlah deskripsi produk sebagai cerita, kita bsa menggabungkan unsur-unsur dari menulis prosa dan jurnalisme.
Wartawan selalu menggunakan metode 5W1H (Who, What, Where, When, Why and How) untuk mendapatkan seluruh fakta-fakta dari cerita mereka. Menggunakan metode ini adalah langkah pertama dalam menyusun deskripsi produk yang menarik:
Who, siapa yang melihat produk kita? Hal ini berhubungan dengan target audiens seperti gender, umur, dan demografi.
What, apa saja rincian produk kita? Hal ini termasuk atribut seperti dimensi, bahan, fitur produk, dan fungsi.
Where, dimana seseorang akan menggunakan produk kita? Apakah termasuk penggunaan indoor maupun outdoor.
When, kapan sebaiknya seseorang menggunakan produk kita? Hal ini dimaksudkan untuk digunakan selama jangka waktu tertentu.
Why, mengapa produk kita berguna dan lebih baik dibandingkan yang lain? Hal ini bisa apa saja dari kualitas dan fitur yang kita tawarkan.
How, bagaimana cara kerja produk kita? Ini mungkin tidak diperlukan untuk setiap produk, tapi jika kita menjual barang-barang seperti elektronik, ini harus dimiliki.
Langkah selanjutnya adalah menentukan format terbaik untuk menuliskan informasi diatas. Kebanyakan website saat ini menggunaka bullet points untuk menampilkan rincian yang paling penting dari produk seperti spesifikasi (dimensi) atau fitur, sehingga mudah dibaca.
Sayangnya, bullet points bukan cara terbaik untuk menceritakan kisah suatu produk. Hal itu tampak biasa saja dan tidak bisa melibatkan emosi atau imajinasi pembeli. Inilah waktunya membuat prosa! Dengan menulis tiga atau lebih paragraf atau dua hal tentang produk, kita bisa membuat skenario dan membantu pembeli menyadari mengapa hidup mereka tidak akan lengkap tanpa produk itu.
Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi sedikit kreatif dan membangun brand personality. Berikut adalah rumus sederhana untuk menulis deskripsi produk yang menarik:
[Paragraph(s) of Prose] + [Bulleted List of Specs or Features] = [Engaging Product Description]
Ingat, semua ini butuh waktu dan proses. Tapi, jika kita berkomitmen untuk menulis deskripsi produk yang menarik menggunakan rumus diatas, kita akan mendapatkan berbagai manfaat seperti meningkatkan konversi, menurunkan keranjang belanja yang ditinggalkan, peringkat pencarian organik yang lebih baik, dll.
