5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Sebuah Hashtag Bermerek

Picture Source : Google
Picture Source : Google

Chris Messina, seorang Lead Developer di Uber, disebut-sebut sebagai penemu hashtag yang pertama kali digunakan di Twitter. Awalnya fitur ini ditujukan untuk mengelompokkan konten berdasarkan pada suatu subjek tertentu. Saat ini, hashtag telah diadopsi ke seluruh platform social media dan telah menancap kuat ke dalam budaya kita. Sejak pertama kali diimplementasikan, hashtag telah menjadi populer karena peristiwa atau ide dapat menjadi terkait satu sama lain.

Salah satu pionir yang sukses mengadopsi fitur hashtag adalah acara besar tahunan South by Southwest (SXSW). Pada tahun 2007, pengguna Twitter bisa mengetik di #SXSW dan melihat apa saja rundown acara di konferensi tahunan yang diselenggarakan di Austin, Texas tersebut. Salah satu hal terpenting mengenai hashtag adalah fitur ini dibuat oleh user, bukan oleh suatu agen pemasaran yang digunakan oleh Twitter, bukan sebuah merek, dan bukan pula sebuah platform sosial. Mungkin itu sebabnya banyak pemasar masih sering kebingungan bagaimana caranya untuk membuat suatu hashtag bermerek yang bisa menjadi viral.

Hingga saat ini, belum ada studi mengenai bagaimana membuat hashtag yang sempurna, tapi selalu ada cara terbaik yang bisa diaplikasikan untuk membuat sebuah hashtag bermerek. Berikut adalah 5 hal yang harus diperhatikan saat menggunakan sebuah hashtag bermerek :

  1. Buat daftar singkat dari opsi hashtag yang akan dipilih

Saat kita melakukan brainstorming mengenai opsi hashtag apa yang akan digunakan, faktor yang paling fundamental adalah suatu hashtag haruslah otentik. Apapun kondisinya, menjadi diri sendiri adalah hal yang paling penting. Susun dengan baik dan ringkas daftar opsi dari hashtag yang sekiranya menarik untuk target audiens kita. Bisa dari melihat apa yang sedang populer di internet atau dari data sosial brand kita.

  1. Lakukan riset terhadap opsi hashtag yang dibuat

Setelah beberapa opsi telah selesai dipilih dan dibuat daftarnya, langkah selanjutnya adalah mencari setiap opsi hashtag dan variasinya di semua jaringan social media dimana produk kita dipasarkan.

  1. Mengetahui tujuan

Untuk apa kita menggunakan hashtag? Apa yang akan kita raih? Hal lainnya yang juga tidak kalah penting adalah selalu ingat bahwa tujuan kita nantinya akan bervariasi berdasarkan jenis campaign dari hashtag yang kita buat. Jika kita sedang membuat suatu event besar, kita harus tahu bahwa para penonton nantinya akan berbagi konten event yang kita buat kepada lingkungannya. Itulah mengapa sangat penting untuk memilih hashtag yang tepat berdasarkan tujuannya.

  1. Mempromosikan hashtag

Setelah kita memutuskan hashtag yang kita gunakan, langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah mulai mempromosikannya. Bagikan hashtag yang telah kita buat dimanapun platform social media yang sesuai.

  1. Mengukur hasil

Terlepas untuk apa tujuan kita menggunakan hashtag, sangat penting untuk selalu menggunakan social media management tools serta mengatur parameter dan brand keywords yang memungkinkan kita untuk melacak dan mengukur efektivitas dari campaign yang kita jalankan.

Yang menarik adalah, hashtag terbaik justru seringkali merupakan hashtag yang tidak dibaca seperti saat pertama ditulis oleh si pemasar. Ketika kita akan memperluas sebuah usaha, harus selalu ingat spirit asli dari hashtag itu sendiri. Jangan pernah melupakan aspek seperti percakapan, ide-ide baru, dan meme yang menjadi viral berkat adanya sebuah hashtag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *