6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Reseller Amazon

selling-online

Mungkin mudah bagi para reseller di Amazon ketika melihat 240juta user dalam Amazon. Namun, ketika Amazon merekrut lebih dari 100,000 reseller baru setiap tahun dalam marketplace, banyak yang akan segera meninggalkan situs dalam enam bulan saja, alasannya masih belum jelas. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan oleh reseller di Amazon.

  1. Memasukkan Harga dan Jumlah Stok Barang yang Tidak Sesuai

Ketika kamu membuat listing di Amazon, informasi harga dan jumlah barang yang tersedia akan langsung live. Sayangnya, Amazon tidak menyediakan fitur untuk mempelajari skill product listing. Jika kamu tidak memiliki stok barang, tuliskan bahwa inventaris nihil, jika kamu memiliki inventaris, masukkan sesuai jumlahnya, jangan lebih.

Banyak reseller baru yang kaget ketika mengetahui betapa cepat inventaris mereka bisa terjual di Amazon, dan ketika kamu oversell, bisa berdampak suspensi akun. Jangan main-main dengan harga murah jika kamu tidak benar-benar ingin menawarkan produk dengan harga tersebut. Ada banyak reseller yang mengalami kerugian ketika mereka tak sengaja mengaplikasikan harga sangat murah pada listing baru. Penjualan barang tersebut bisa diselesaikan hanya dalam semalam dan tanpa kamu sadari kamu harus menanggung kerugian yang sangat besar.

Pada setiap lisitng baru, pastikan kamu menuliskan harga asli dan jumlah persediaan barang agar tidak rugi.

  1. Barang Tidak Sesuai dengan Listing Produk

Ketika reseller baru Amazon menyesuaikan penawaran mereka dengan product listing yang sudah ada, tidak semua reseller memerhatikan apakah penyesuaian tersebut sudah benar—biasanya hanya ‘hampir’ benar. Dalam Amazon, “hampir” belum dapat dikatakan cukup bagus.

Kamu bertanggung jawab untuk memastikan bahwa listing yang kamu buat sesuai dengan apa yang kamu jual. Jika konsumen membeli barang, jika mereka menemukan ketidaksesuaian, konsumen biasanya akan protes, dan akunmu akan di suspended karena tidak menyesuaikan katalogmu dengan produk yang tepat.

Jika barang tidak cocok, jangan sambungkan produkmu ke listing yang sudah ada. Dan bahkan jika produkmu sudah sesuai dengan UPC atau part number, kamu masih harus mengkonfirmasikan bahwa listing original tersebut tidak mengandung data yang buruk.

  1. Respon Lambat

Setiap penjual di Amazon harus standby 24 jam untuk menjawab setiap permintaan dan pertanyaan dari konsumen, tak peduli jam berapapun, hari apapun, bahkan saat libur sekalipun. Ketika kamu menjawab lebih dari jangka waktu 24 jam, kamu akan mendapat peringatan dari Amazon. Terlalu banyak peringatan akan membuat akunmu suspended.

  1. Gagal Mendapatkan Feedback dari Konsumen

Departemen kepolisian seller Amazon, Seller Performance and Product Quality, selalu mengecek bahwa setiap reseller memiliki feedback dari konsumen pada setiap penjualan di Amazon. Feedback yang harus dicantumkan tidak hanya dilihat dari kualitas (misalnya 5 bintang, 3 bintang, dst), namun juga dilihat kuantitasnya (dua sampai lima persen dari jumlah seluruh penjualan harus ada feedbacknya).

Jangan khawatir, ada beberapa penyedia layanan yang sangat terjangkau untuk secara otomatis memproses hal ini. Kamu bisa mencoba Feedback Genius, Feedback Five, dan Bqool. Jangan lupa untuk memonitor kualitas feedback tersebut; sebaiknya segera ganti haluan jika kebanyakan feedback yang masuk berbau negatif.

  1. Fulfillment Errors

Jika kamu baru dalam pemenuhan order di Amazon, sangat rentan kamu akan melakukan kesalahan—seperti pengiriman order yang terlambar, atau kamu tidak menyediakan informasi untuk melacak pengiriman ke Amazon, atau kamu membatalkan order karena inventaris barang yang ternyata tidak tersedia.

Setiap reseller baru harus membuat setidaknya 10 order pertama mereka terpenuhi dengan sempurna—pengiriman tepat waktu, dan informasi pelacakan pengiriman diberikan ke Amazon. Jika kamu kesulitan melakukan ini,  sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk memindahkan semua inventarismu ke Amazon melalui program Fullfillment Amazon, sehingga ordermu akan dikirim tepat waktu, dengan informasi pengiriman yang sesuai, dan untuk memastikan bahwa barangmu selalu tersedia dalam gudang.

  1. Ingin Menyaingi Amazon

Jika produkmu bersaing secara langsung dengan Amazon Retail, jangan berharap akan mendapatkan banyak penjualan, atau minimal mendapat untung dari situ. Amazon Retail mengontrol kemampuan mereka agar selalu menang dalam persaingan penjualan dengan profit yang sangat tinggi. Sebelum kamu membeli unit inventaris, cek dulu apakah Amazon Retail menjual barang itu sekarang. Tools gratis seperti CamelCamelCamel.com atauKeepa.com bisa secara otomatis menginformasikan apakah Amazon Retail sedang menjual produk yang serupa denganmu, namun sedang tidak ada stok.

Memang cukup sulit saat harus berjualan di Amazon, tapi jangan khawatir. Kamu bisa miliki toko onlinemu sendiri tanpa ribet dan tentunya sangat terjangkau hanya di Jejualan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *